Cari Dokter

Coronavirus
10 Jan 2021
195 views

Coronavirus

Pengertian Coronavirus

Coronavirus atau virus corona

merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran

pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang

terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya.

Namun, beberapa jenis virus corona juga bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti:

SARS

yang muncul pada November 2002 di Tiongkok, menyebar ke beberapa negara

lain. Mulai dari Hongkong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia,

Inggris, Italia, Swedia, Swiss, Rusia, hingga Amerika Serikat. Epidemi

SARS yang berakhir hingga pertengahan 2003 itu menjangkiti 8.098 orang

di berbagai negara. Setidaknya 774 orang mesti kehilangan nyawa akibat

penyakit infeksi saluran pernapasan berat tersebut.

Sampai saat ini terdapat tujuh coronavirus (HCoVs) yang telah diidentifikasi, yaitu:

  • HCoV-229E.
  • HCoV-OC43.
  • HCoV-NL63.
  • HCoV-HKU1.
  • SARS-COV (yang menyebabkan sindrom pernapasan akut).
  • MERS-COV (sindrom pernapasan Timur Tengah).
  • COVID-19

    atau dikenal juga dengan Novel Coronavirus (menyebabkan wabah pneumonia

    di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019, dan menyebar ke negara

    lainnya mulai Januari 2020. Indonesia sendiri mengumumkan adanya kasus

    covid 19 dari Maret 2020

Faktor Risiko Infeksi Coronavirus

Siapa

pun dapat terinfeksi virus corona. Akan tetapi, bayi dan anak kecil,

serta orang dengan kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap

serangan virus ini. Selain itu, kondisi musim juga mungkin berpengaruh.

Contohnya, di Amerika Serikat, infeksi virus corona lebih umum terjadi

pada musim gugur dan musim dingin.

Di samping itu, seseorang yang tinggal atau berkunjung ke daerah atau negara yang rawan virus corona,

juga berisiko terserang penyakit ini. Misalnya, berkunjung ke Tiongkok,

khususnya kota Wuhan, yang pernah menjadi wabah COVID-19 yang bermulai

pada Desember 2019.

Penyebab Infeksi Coronavirus

Infeksi coronavirus disebabkan oleh virus corona itu sendiri. Kebanyakan virus corona menyebar seperti virus lain pada umumnya, seperti:

  • Percikan air liur pengidap (bantuk dan bersin).
  • Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.
  • Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur pengidap virus corona.
  • Tinja atau feses (jarang terjadi)

Khusus untuk COVID-19,

masa inkubasi belum diketahui secara pasti. Namun, rata-rata gejala

yang timbul setelah 2-14 hari setelah virus pertama masuk ke dalam

tubuh. Di samping itu, metode transmisi COVID-19 juga belum diketahui

dengan pasti. Awalnya, virus corona jenis COVID-19 diduga bersumber dari

hewan. Virus corona COVID-19 merupakan virus yang beredar pada beberapa hewan, termasuk unta, kucing, dan kelelawar.

Sebenarnya

virus ini jarang sekali berevolusi dan menginfeksi manusia dan menyebar

ke individu lainnya. Namun, kasus di Tiongkok kini menjadi bukti nyata

kalau virus ini bisa menyebar dari hewan ke manusia. Bahkan, kini

penularannya bisa dari manusia ke manusia.


Gejala Infeksi Coronavirus

Virus corona

bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Gejala yang muncul

ini bergantung pada jenis virus corona yang menyerang, dan seberapa

serius infeksi yang terjadi. Berikut beberapa gejala virus corona yang

terbilang ringan:

  • Hidung beringus.
  • Sakit kepala.
  • Batuk.
  • Sakit tenggorokan.
  • Demam.
  • Merasa tidak enak badan.

Hal yang perlu ditegaskan, beberapa virus corona

dapat menyebabkan gejala yang parah. Infeksinya dapat berubah menjadi

bronkitis dan pneumonia (disebabkan oleh COVID-19), yang mengakibatkan

gejala seperti:

  • Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia.
  • Batuk dengan lendir.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.

Infeksi

bisa semakin parah bila menyerang kelompok individu tertentu.

Contohnya, orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan

sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia.

Diagnosis Infeksi Coronavirus

Untuk mendiagnosis infeksi virus corona,

dokter akan mengawali dengan anamnesis atau wawancara medis. Di sini

dokter akan menanyakan seputar gejala atau keluhan yang dialami pasien.

Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, dan

pemeriksaan darah untuk membantu menegakkan diagnosis.

Dokter

mungkin juga akan melakukan tes dahak, mengambil sampel dari

tenggorokan, atau spesimen pernapasan lainnya. Untuk kasus yang diduga

infeksi novel coronavirus, dokter akan melakukan swab tenggorokan, DPL,

fungsi hepar, fungsi ginjal, dan PCT/CRP.

Komplikasi Infeksi Coronavirus

Virus

corona yang menyebabkan penyakit SARS bisa menimbulkan komplikasi

pneumonia, dan masalah pernapasan parah lainnya bila tak ditangani

dengan cepat dan tepat. Selain itu, SARS juga bisa menyebabkan kegagalan

pernapasan, gagal jantung, hati, dan kematian.

Hampir

sama dengan SARS, novel coronavirus juga bisa menimbulkan komplikasi

yang serius. Infeksi virus ini bisa menyebabkan pneumonia, sindrom

pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Pengobatan Infeksi Coronavirus

Tak

ada perawatan khusus untuk mengatasi infeksi virus corona. Umumnya

pengidap akan pulih dengan sendirinya. Namun, ada beberapa upaya yang

bisa dilakukan untuk meredakan gejala infeksi virus corona. Contohnya:

  • Minum

    obat yang dijual bebas untuk mengurangi rasa sakit, demam, dan batuk.

    Namun, jangan berikan aspirin pada anak-anak. Selain itu, jangan berikan

    obat batuk pada anak di bawah empat tahun.

  • Gunakan pelembap ruangan atau mandi air panas untuk membantu meredakan sakit tenggorokan dan batuk.
  • Perbanyak istirahat.
  • Perbanyak asupan cairan tubuh.
  • Jika merasa khawatir dengan gejala yang dialami, segeralah hubungi penyedia layanan kesehatan terdekat.

Khusus untuk virus corona yang menyebabkan penyakit serius, seperti SARS, MERS, atau infeksi COVID-19, penanganannya akan disesuaikan dengan penyakit yang diidap dan kondisi pasien.

Bila

pasien mengidap infeksi novel coronavirus, dokter akan merujuk ke RS

Rujukan yang telah ditunjuk oleh Dinkes (Dinas Kesehatan) setempat. Bila

tidak bisa dirujuk karena beberapa alasan, dokter akan melakukan:

  • Isolasi
  • Serial foto toraks sesuai indikasi.
  • Terapi simptomatik.
  • Terapi cairan.
  • Ventilator mekanik (bila gagal napas)
  • Bila ada disertai infeksi bakteri, dapat diberikan antibiotik.

Pencegahan Infeksi Coronavirus

Sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus corona.

Namun, setidaknya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk

mengurangi risiko terjangkit virus ini. Berikut upaya yang bisa

dilakukan:

  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik hingga bersih.
  • Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor atau belum dicuci.
  • Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit.
  • Hindari menyentuh hewan atau unggas liar.
  • Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering digunakan.
  • Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu. Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih.
  • Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.
  • Kenakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala penyakit saluran napas.

Selain itu, kamu juga bisa perkuat sistem kekebalan tubuh dengan konsumsi vitamin dan suplemen sebagai bentuk pencegahan dari virus ini. Temukan berbagai produk pencegahan Corona yang kamu butuhkan

Tags:
Healthcare Medical
Logo

Jl. Warung Sila No. 8, RT.06/RW.04, Gudang Baru Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12630