Cari Dokter

Kanker Paru Penyebab Kematian!
22 Dec 2020
335 views

Kanker Paru Penyebab Kematian!

“Menjadi Perokok Pasif Merupakan Penyebab Saya Terkena Kanker Paru” –Alm.Sutopo Purwo Nugroho (Humas BNPB)


Pada tahun 2015 menurut World Health Organization (WHO), kanker paru

menempati peringkat pertama sebagai penyebab kematian tertinggi akibat

kanker di dunia. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Kapusdatin)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Alm. Sutopo Purwo Nugroho

didiagnosis kanker paru sejak Januari 2018 meski ia mengaku bukan

perokok aktif.


Sejumlah penelitian telah menyebutkan bahwa penyebab utama kanker paru

ialah rokok. Rokok mengandung lebih dari 60 zat beracun yang memicu

perkembangan kanker, dua diantaranya ialah nikotin dan tar. Kelompok

perokok aktif menjadi kelompok paling rentan terkena kanker paru, tetapi

orang yang pernah merokok atau sering terpapar asap rokok juga berisiko

mengalami kanker paru.


Menurut American Cancer Society, terdapat beberapa penyebab kanker paru

selain merokok, seperti gas radon, paparan zat karsinogenik seperti

asbestos dan zat buangan diesel, polusi udara, serta perokok pasif.

Setiap tahunnya diketahui sebanyak 7000 orang dewasa meninggal akibat

kanker paru karena menjadi perokok pasif.


Pada stadium awal, gejala kanker paru biasanya tidak tampak dengan

jelas, sehingga sulit untuk mendiagnosis kanker paru secara dini. Gejala

baru muncul ketika tumor sudah cukup besar atau kanker telah menyebar

ke jaringan dan organ sekitar. Gejala yang dapat dialami oleh pasien

ialah sebagai berikut:

  1. Batuk lama
  2. Batuk darah
  3. Penurunan berat badan drastic
  4. Nyeri dada dan tulang
  5. Sesak napas


Diagnosis kanker paru dapat dilakukan melalui foto rontgen, CT scan, dan

biopsy jaringan paru. Berdasarkan ketiga pemeriksaan tersebut, dapat

ditentukan jenis dan stadium kanker.

Untuk mengetahui penyebaran kanker, dapat dilakukan PET Scan.


Penanganan utama terhadap kanker paru stadium awal ialah melalui

operasi. Namun, apabila kanker telah mencapai stadium lanjut, maka

penanganan dilakukan dengan radioterpai dan kemoterapi.


Referensi:

  1. De Groot, et al. (2018). The Epidemiology of Lung Cancer. Translational Lung Cancer Research,7(3), pp. 220-233.
  2. Dela Cruz, et al (2013). Lung Cancer: Epidemiology, Etiology, and

Prevention. Clinics in Chest Medicine, doi:10.1016/j.ccm.2011.09.001.

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2015). Pusat Data dan Informasi. Situasi Penyakit Kanker.
  2. American Cancer Society (2018). Non-Small Cell Lung Cancer.
  3. National Health Service UK (2015). Health A-Z. Lung Cancer.
  4. National Institute of Health (2018). MedlinePlus. Lung Cancer.

Tags:
Healthcare Medical
Logo

Jl. Warung Sila No. 8, RT.06/RW.04, Gudang Baru Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12630